Kepulauan Sangihe, yang terletak di ujung utara Sulawesi Utara, menawarkan pesona wisata alam dan bahari yang memukau, terutama melalui berbagai objek daya tarik wisata unggulan. Daerah ini kaya akan gunung api aktif, pantai pasir putih, dan terumbu karang yang menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Daya Tarik Alam Utama Gunung Api Bawah Laut Banua Wuhu di Pulau Mahangetang menjadi ikon utama dengan gelembung udara dan air hangatnya, ideal untuk snorkeling dan diving pada musim kering Maret-Mei atau Agustus-Oktober. Gunung Awu di Pulau Sangihe Besar menyuguhkan panorama dramatis dari puncaknya, sementara Puncak Pusunge di Tahuna memamerkan pemandangan Kota Tahuna, Gunung Awu, dan Pulau Tinakareng. Pesona Bahari dan Pantai Wisata bahari terbagi dalam klaster seperti Mahangetang (terumbu karang dan pantai Pulau Para), Mendaku (taman laut Pulau Bebalang), dan Kasaraeng (Pantai Kasaraeng dengan burung endemik). Pantai Pananualeng dengan pasir putihnya dan Air Terjun Nguralawo serta Kadidima menambah keasrian petualangan alam yang mudah diakses dari Tahuna. Potensi Budaya Pendukung Selain alam, upacara adat Tulude, Rumah Raja Mokodompis, dan Makam Raja Santiago memperkaya pengalaman wisata budaya, didukung pengembangan untuk wisata berkelanjutan. Kepulauan ini siap menjadi surga tersembunyi di perbatasan Indonesia-Filipina bagi pencinta petualangan.
Berikut objek dan daya tarik Wisata di Kepulauan Sangihe versi Wisaya Syarta! :
Pantai Pananuareng
| |||||
Kuala Mangki
| |||||
Barangka
Mendaku & Dakupang
| |||||
Rumah Zending | |||||
Pantai Kolongan Pantai Bado
| |||||
Mahumu | |||||
Tinakareng | |||||
|



















.jpg)
