Selamat Datang di Blog WISATA SYARTA mari ber-Wisata bersama Saya Stevenly Alexsander Takapaha untuk berbelanja, menikmati kuliner yang enak-enak, menikmati Keindahan Alam ciptaan Tuhan, mengagumi budaya dan sejarah serta berpetualangan-Karena hidup ini Indah dan setiap tempat adalah objek wisata. Blog ini menampilkan semua objek wisata yang dikunjungi dan dapat diceritakan. Salam Wisata!

Banjarmasin

Banjarmasin Kota Seribu Sungai

Gerbang Kedatangan dan Nuansa Modernitas
Petualangan dimulai saat Stevenly menginjakkan kaki di Bandar Udara Internasional Syamsudin Noor. Kemegahan arsitektur bandara yang menyerupai jukung (perahu khas Banjar) langsung menyambutnya dengan kehangatan khas Borneo. Dari bandara, ia bergerak menjelajahi Banjarbaru, ibu kota provinsi yang baru. Di kota yang asri dan tertata rapi ini, Stevenly menikmati suasana santai urban yang tumbuh pesat, mencicipi kuliner lokal, dan merasakan denyut nadi pusat pemerintahan yang modern.
Mahakarya Arsitektur dan Urat Nadi Kalimantan
Perjalanan berlanjut menuju ikon legendaris, Jembatan Barito. Berdiri di atas jembatan gantung yang megah ini, Stevenly terpukau oleh bentang alam yang tersaji di bawahnya. Di situlah mengalir Sungai Barito yang legendaris, sebuah urat nadi kehidupan masyarakat Dayak dan Banjar. Dari atas jembatan, ia menyaksikan hilir mudik tongkang batu bara dan kapal-kapal tradisional yang membelah air cokelat keemasan, menghadirkan romantisme lanskap sungai Kalimantan yang tiada duanya.
Berburu Kilau Permata di Kota Intan
Tidak lengkap ke Kalimantan Selatan tanpa membawa buah tangan. Stevenly pun singgah ke Pusat Oleh-Oleh Martapura (Pasar Cahaya Bumi Selamat). Di sini, mata Stevenly dimanjakan oleh kilau batu mulia, intan, kelestarian kerajinan manik-manik, hingga kain Sasirangan khas Banjar. Interaksi hangat saat tawar-menawar dengan pedagang lokal memberikan pengalaman budaya yang sangat berkesan sebelum ia mengemas cinderamata terbaik untuk dibawa pulang.
Menelusuri Pesisir Tanah Laut hingga Batulicin
Meninggalkan kawasan pusat, Stevenly melakukan perjalanan darat yang panjang menuju pesisir tenggara. Ia singgah di Muara Kintap, sebuah kawasan di Kabupaten Tanah Laut yang terkenal dengan keindahan pantainya yang tenang dan aktivitas nelayan yang autentik. Perjalanan diteruskan ke pusat ekonomi pesisir di Tanah Bumbu, di mana ia mengunjungi Pos Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batulicin. Kunjungan ke pos ini memberikan sudut pandang edukatif bagi Stevenly tentang pentingnya menjaga kelestarian ekosistem laut dan mengawal kekayaan maritim Nusantara.
Akhir Romantis di Pulau Laut

Puncak dari petualangan Stevenly ditutup di Kotabaru, sebuah kabupaten berbentuk pulau yang menyeberang dari daratan utama Kalimantan. Di Kotabaru, Stevenly disambut oleh garis pantai yang dramatis, perbukitan hijau yang berbatasan langsung dengan laut biru, dan senandung lagu "Paris Barantai" yang melegenda. Menikmati hidangan laut segar di tepi siring laut sambil menatap Selat Makassar menjadi penutup yang sempurna bagi perjalanan panjang penuh warna seorang Stevenly Takapaha di Bumi Lambung Mangkurat.

Jembatan Barito

Sungai Barito
Bandar Udara Internasional Syamsudin Noor

Kotabaru

Martapura
Pos PSDKP Batulicin 


Muara Kintap

Banjarbaru

Tidak ada komentar:

Posting Komentar