Selamat Datang di Blog WISATA SYARTA mari ber-Wisata bersama Saya Stevenly Alexsander Takapaha untuk berbelanja, menikmati kuliner yang enak-enak, menikmati Keindahan Alam ciptaan Tuhan, mengagumi budaya dan sejarah serta berpetualangan-Karena hidup ini Indah dan setiap tempat adalah objek wisata. Blog ini menampilkan semua objek wisata yang dikunjungi dan dapat diceritakan. Salam Wisata!
Tampilkan postingan dengan label Tanjung Pinang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanjung Pinang. Tampilkan semua postingan

Pelabuhan Sri Bintan Pura

Bersama ka Febe menunjuingi Kota Batam dari pulau bintan tanjung pinang melalui pelabuhan laut Sri bintan pura. Pelabuhan Sri Bintan Pura adalah pelabuhan nasional dan internasional yang berada di kota Tanjung Pinang yaitu di pantai barat pulau Bintan, provinsi Kepulauan Riau. Pelabuhan ini menghubungkan kota Tanjung Pinang dengan pelabuhan-pelabuhan di sebelah utara (pelabuhan Lobam dan pelabuhan Bulang Linggi), dengan kepulauan di sebelah barat, seperti pelabuhan Tanjung Balai (pulau Karimun),pelabuhan Telaga Punggur di pulau Batam, serta kepulauan di sebelah selatan seperti pulau Lingga dan Singkep. Untuk pelayaran ke luar negeri, pelabuhan Sri Bintan Pura juga mempunyai jalur perhubungan ke Singapura (HarbourFront dan Tanah Merah) serta Malaysia (Stulang Laut). Kalau di Tahuna Sangihe untuk ke Manado saya juga sering menggunakan moda transportasi kapal ekspress tapi bedanya disini kapal berangkat setiap 5 sampai 10 menit.. petugas penjual tiket kapal seperti berebutan penumpang. sempat terdengar ada juga petugas yang menginformasikan ke kapal tentang adanya penumpang dalam perjalanan menuju ke kapal.. dialog nya seperti berikut : " Ini ada penumpang kos Coklat baru membeli tiket... harap tunggu kapal jangan dulu berangkat." Rasnya menjadi spesial ketika mengetahui kapal belum berangkat karena sedang menunggu kami dalam perjalanan di dermaga menuju kapal.
Lalu lintas kapal eksress Tanjung pinang menuju Batam memang sangat intens.. dalam perjalanan ada saat dimana kapal memperlambat kecepatannya.. belakangan ku ketahui hal itu dilakukan karena terdapat beberapa pulau antara pulau bintan dan pulau Batam yang penduduknya protes karena gelombang yang ditimbulkan oleh kapal-kapal..ekspress...

Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah

Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah (sebelumnya bernama Bandar Udara Kijang) adalah bandar udara yang terletak di Kota Tanjungpinang, provinsi Kepulauan Riau. Bandara ini dikelola PT. Angkasa Pura II.

Statusnya dari dulu adalah internasional, namun dikarenakan Kepulauan Riau belum pisah dari Riau Daratan maka bandara ini jarang dipergunakan. Setelah tahun 2001 Kepulauan Riau resmi menjadi provinsi baru di Indonesia, maka terjadilah pembangunan yang pesat di kota Tanjung Pinang dan bandara ini diramaikan lagi oleh beberapa maskapai penerbangan yaitu Merpati pada tanggal 19 Desember 2007, Sriwijaya Air pada awal bulan Februari 2008 dan Riau Airlines pada pertengahan tahun 2005.

Pada bulan Mei 2007 pemerintah mengucurkan dana untuk pengembangan Bandara ini. Proyek mulai berjalan pada bulan Juni. Pengembangan bandara meliputi penambahan fasilitas seperti radar dan landasan pacu ditambah sekitar 400 meter dari awalnya yang hanya 1.856 meter menjadi 2.256 meter. Selain itu, gedung terminal bandara juga diperluas dari 2.118 meter persegi menjadi 8.348 meter persegi. Dengan perluasan itu diharapkan dalam satu tahun mampu melayani 600 ribu orang. Pada April 2008 bandara ini resmi berganti nama dari Bandar Udara Kijang menjadi Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah.

Nama bandara diambil dari nama Raja Haji Fisabilillah, pahlawan nasional yang juga memperoleh Bintang Maha Putra Adi Pradana.
Perpanjangan landas pacu hingga 3,578 by 45 metres (11,739 ft × 148 ft), dan sejak September 2014 sudah dipergunakan.