Selamat Datang di Blog WISATA SYARTA mari ber-Wisata bersama Saya Stevenly Alexsander Takapaha untuk berbelanja, menikmati kuliner yang enak-enak, menikmati Keindahan Alam ciptaan Tuhan, mengagumi budaya dan sejarah serta berpetualangan-Karena hidup ini Indah dan setiap tempat adalah objek wisata. Blog ini menampilkan semua objek wisata yang dikunjungi dan dapat diceritakan. Salam Wisata!
Tampilkan postingan dengan label Pulau-pulau kecil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pulau-pulau kecil. Tampilkan semua postingan

Pulau Para Sangihe | 21 Oktober 2019

Pulau Para Sangihe | 21 Oktober 2019

di Pulau Para Tatoareng Sangihe dalam rangkaian Medaseng Bupati Kepulauan Sangihe






Wisata Piaynemo Raja Ampat Papua Barat

Piaynemo terletak di Desa Pam, Kecamatan Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Waktu yang ditempuh ke Piaynemo bisa sekitar dua jam ,menggunakan speedboat daya mesin 200 PK dengan perjalanan laut dari Dermaga marina Kota Sorong, kata Pianemo berasal dari bahasa Biak. yang berati sambungan antara bagian kepala dan gagang panah ikan, bentuk Pulau di Piaynemo ini seperti terputus tiga kalau dari jauh. Waktu masih jauh, bagian ujung pulau seperti mata tombak / panah ikan. Semakin dekat itu terlihat bersatu, Pianemo sendiri disebut-sebut sebagai Wayag versi kecil. Wayag adalah daerah yang masih termasuk ke dalam Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Di sana, punya pemandangan bukit-bukit karst yang menjulang. (https://travel.kompas.com/read/2016/11/08/095000827/kisah.asal.usul.nama.pianemo.di.raja.ampat)

Tanggal 3 Desember 2021 bersama teman-teman Penyidik bisa berkunjung ke Piaynemo adalah pengalaman yang luar biasa.












Pulau Sanggaluhang di Kepulauan Sangihe

Pulau Sanggaluhang 13 Nopember 2020, Foto oleh Stevenly Takapaha

Pulau Sanggaluhang adalah Pulau terluar sebelah selataan Kabupaten Kepulauan Sangihe yang berbatasan dengan Kabupaten Kepulauan Sitaro dan terletak di kawasan pulau para  dan pulau mahengetang. Pulau ini merupakan lokasi penangkapan ikan yang sangat potensial Sehingga dalam aktifitas untuk melakukan penangkapan ikan dipulau ini, telah dilakukan satu upaya pengelolaan berupa pembagian / jadwal  penangkapan ikan bagi masyarakat yang berada di Kawasan Kecamatan Tatoareng, terutama antara masyarakat nelayan Pulau Mahengetang dengan Pulau Para. 

Pengaturan pembagian untuk melakukan penangkapan ikan di pulau ini dimaksudkan untuk menjaga kelestarian  dan  perlindungan terhadap habitat berkembang biaknya ikan, sebab  dalam waktu – waktu tertentu, lokasi penangkapan ini tertutup untuk masayarakat nelayan untuk melakukan penangkapan.

Di pulau ini memiliki vegetasi  tumbuhan,  seperti  pohon kelapa. Pulau ini tidak memiliki potensi untuk dijadikan pemukiman karena ukurannya yang kecil, namun berdasarkan cerita dari masyarakat yang ada di kawasan kecamatan Tatoareng, bahwa di pulau ini pernah ada beberapa Kepala Keluarga yang tinggal dan bermukim pada Wisata Syarta . Jumat 13 Nopember 2020 nampak ada rumah penduduk dalam bentuk daseng

Pulau Sanggaluhang. Satu-satunya Kawasan Konservasi Laut yang ditetapkan oleh Bupati pada Tahun 2003. Kawasan ini hanya dibuka pada Bulan Juli sampai Bulan Desember untuk penangkapan. Bulan Januari-Juni tidak diperbolehkan melakukan kegiatan penangkapan.



Pulau Nitu Sangihe | 21 Oktober 2019

Pulau Nitu terletak disebelah barat daya pulau Para.   Luas Pulau Nitu, sebagaimana  hasil survei lapangan adalah 0.17 km². Pulau kecil ini pernah dihuni oleh satu keluarga yang terdiri dari 7 (tujuh) KK.  Secara geografis Pulau Nitu terletak pada 03º04’00”LU dan 125º34’30”BT. Penguasaan tanah di pulau Nitu, semua adalah tanah perorangan diatas tanah Negara. Tidak ada tanah yang berstatus lain, karena dipulau Nitu tidak ada fasilitas pendidikan dan kesehatan. 







Lungguhe Batu Bawaikang Marore adalah Pulau Terluar Utara Sangihe Indonesia

Indonesia kaya akan sumberdaya alam dengan hamparan pulau-pulau nan cantik yang begitu banyak, diwilayah Utara selain Kabupaten Talaud ada Kabupaten Kepulauan Sangihe yang juga merupakan kabupaten kepulauan terluar di Utara Indonesia, banyak yang tahu pulau Marore adalah batas terluar dari Indonesia untuk wilayah kabupaten kepulauan Sangihe, akan tetapi fakta uniknya sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2017 Tentang Penetapan Pulau-pulau kecil terluar, ternyata masih ada pulau lain lagi yang paling terluar yaitu Pulau Batu Pebawaekang [Batu Waikang] . Pulau Batu Pebawaekang yang artinya tempat memancing ikan sendiri merupakan kumpulan atau gabungan dari beberapa pulau Batu yakni Pulau Sakede, Pulau Liang, Pulau Laweang dan Pulau Lungguhe. walaupun begitu pulau-pulau lain selain marore dan batu Pebawaekang memiliki laut yang juga berbatasan dengan negara Filipina yaitu Pulau Kawio dan Pulau Kawaluso





Foto dengan latar belakang Pulau Marore dan Pulau Batu Pabawaekang
Foto Stevenly Takapaha


Indonesia is rich in natural resources with a vast spread of islands, in the Northern region besides the Talaud Regency there is the Sangihe Islands Regency which is also the outer islands district in the North of Indonesia, many know Marore Island is the outer boundary of Indonesia for the Sangihe regency region, will but the unique fact turns out there is another island that is the most outermost, namely Batu Pebawaekang Island. Batu Pebawaekang Island which means a place for fishing itself is a collection or combination of several Batu islands namely Sakede Island, Liang Island, Laweang Island and Lungguhe Island.

Photo by Syarta Stevenly Takapaha Tourism


Trip To Beng Darat Island | 4 Juli 2019

Perjalanan menuju ke Pulau Beeng Darat Kabupaten Kepulauan Sangihe Propinsi Sulawesi Utara


di atas kapal menuju ke Pulau Beeng Darat
Melaksanakan kegiatan Sosialisasi Peraturan perundang-undangan di bidang kelautan dan perikanan



Pemasangan Spanduk lararang penggunana alat bantu Kompressor
Kampung Salurang



Pulau Ehise

di Pulau Ehise Sangihe [18 Mei 2019]
Pulau Ehise  terletak pada posisi 4' 39' 21.446 LU 125 ' 35' 59.700" BT antara Pulau Memanuk dan Pulau Marore di Kecamatan Kepulauan Marore Kabupaten Kepulauan Sangihe Propinsi Sulawesi Utara.  Pulau Ehise merupakan hamparan padang pasir putih diatas lautan, bagaikan permadani putih yang terhampar berkilauan jika diterpa sinar matahari dan sinar bulan di waktu malam.

angin dan gelombang laut, jika bertiup angin / gelombang utara   pasir putih akan berpindah ke selatan begitu pulah sebaliknya. Luas hamparan pasir putih Pulau Ehise ini berkisar 0,2 Ha. Jika air pasang pulau ini tetap kelihatan dipermukaan.  Masyarakat lokal menyebut Ehise yang mengandung pengertian  bercahaya / berkilauan.   Pulau Ehise ini dapat dikembangkan sebagai lokasi objek wisata bahari dan  jika memungkinkan dapat dibangun  Monumen, Gapura, Shelter ataupun Mercusuar.  Disekitar Pulau ini merupakan daerah penangkapan ikan yang potensial

Menurut  cerita  masyarakat Pulau Marore, bahwa pada jaman dahulu kala ada kepercayaan yang di percayai  bahwa  tidak sembarang orang dapat menginjakkan kaki  atau datang di Pulau Ehise ini, dan kalaupun ada yang nekad berkunjung ke pulau ini harus menerima akibatnya seperti misalnya sakit ataupun meninggal (mati) dan menurut cerita hal ini sudah pernah terjadi. Kalau ingin ke pulau ini harus didampingi oleh orang – orang  yang memiliki ilmu.  Namun sekarang ini semua orang sudah dapat mengunjungi pulau ini.  Di pulau tampa penduduk ini hanya terdapat pasir yang serba putih bercahaya dan berkilauan

Pulau "Penjara" Batukalai di Sangihe

Batuakalai Island Photo by Syarta
Pulau Batukalai Sangihe berdekatan dengan Pulau Mendaku dan Dakupang konon dimasa lampau di pulau ini adalah tempat "Penjara/Lembaga Pemasyarakatan" dengan ikan Hiu sebagai penjaganya. 
After Snorkeling di Perairan Pulau Batukalai Sangihe
Jenis Karang di Perairan Pulau Batukalai

Jenis Karang di Perairan Pulau Batukalai

Pulau Batukalai merupakan pulau batu kecil yang menyerupai Gadah  dan memiliki keajaiban karena terdapat lobang yang tembus sampai kesebelah pulau sebagai akibat dari peristiwa alam. Diatas pulau batu ini terdapat sedikit vegetasi juga pantai yang kecil. Keberadaan pulau ini sangat menunjang keserasian  hamparan pulau kecil. Perairan pulau batukalai sangat potensial sebagai lokasi Mancing, Diving dan Snorkeling
Pulau Batukalai (kiri) dan Pulau Mendaku (kanan)
Berada di Pantai Kecil Pulau Batukalai

Coastal Easter di Manado Tua

Photo taken at Pulau Manado Tua by Advina R. on 3/30/2013
Pernah ke Manado? pasti pernah melihat pulau ini karena Pulau Manado Tua tepat berada di depan Teluk Manado. Pulau Manado Tua adalah salah satu diantara deretan pulau-pulau lain yakni Pulau Bunaken, Silanden, Mantehageng dan Nain yang termasuk dalam wilayah admnistrasi Kota Manado. Dipulau inilah pertama suku Manado asli berasal yakni suku Bantik (anak suku Sangihe), sehinga Manado yang sekarang adalah wilayah perpindahan penduduk dari pulau Manado Tua. dimana pulau ini adalah pusat kerajaan Bowontehu Sangihe. Manado sendiri berasal dari bahasa Sangihe yakni berasal dari kata : Marau, Mararau, Manaro yang artinya jauh. Dikatakan jauh karena letak pulau yang berjauhan dengan wilayah kerajaan di pulau Sangihe makanya tak heran sampai saat ini yang mendiami pulau ini adalah suku Sangihe. Btw untuk pertama kalinya mengunjungi pulau ini dalam acara Paskah Pesisir (Coastal Easter) Unit Pelayanan Kerohanian Kristen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi Manado pada tanggal 15 sampai dengan 18 Mei 2003. Acara dilaksanakan di Kampung Pangalingan Manado Tua I. Acara disini dengan  penyuluhan, Bakti Sosial dan Kebaktian Kebangunan Rohani yang dipimpin oleh Mner Frans Iyong.

Pulau Bebalang Sangihe yang mempesona

Pulau Bebalang, merupakan pulau yang memiliki keindahan dan pantai yang berpasir putih. Dibeberapa sudut pulau terdapat tebing – tebing yang terjal  bagaikan menara yang akan menembus langit, selain itu  disetiap pemukiman penduduk yang berada di pingiran pantai dihiasi oleh keindahan pantai pasir putih dan terumbuh karang.
Bukit Tebing dengan Puncak Salib di Pulau Bebalang Photo by Stevenly Takapaha 18 Juni 2018
Disebelah selatan pulau terdapat  hamparan terumbu karang yang luas memanjang   mengikuti panjangnya pantai pasir putih. Pulau Bebalang merupakan satu pemerintahan Kampung Bebalang Kecamatan Manganitu Selatan dan memiliki 3 lindongan dimana  Pulau Mendaku dan Dakupang termasuk didalamnya.
Di Pulau ini tersedia demaga namun hanya untuk tambatan Perahu lokal, namun untuk Sarana Air Bersih telah cukup tersedia untuk kebutuhan penduduk  pulau. Vegetasi yang ada dipulau ini berupa tanaman kelapa dan jenis kayu – kayuan, selain itu dipulau ini masih bisa ditanami tanaman campuran untuk kebutuhan sehari – hari penduduk pulau, hal ini  dapat dilihat dibeberapa sudut pulau bahkan di pekarangan rumah penduduk terdapat tanaman  campuran.
Perahu Nelayan dan Dermaga Pulau Bebalang Photo By Stevenly Takapaha 18 Juni 2018
Pemandangan yang mungkin tidak didapatkan di perkampungan lainnya di luar Kabupaten Kepulauan Sangihe adalah jika ada anggota keluarga yang meninggal  selalu dikuburkan / dimakamkan di samping rumah ataupun bahkan didepan rumah, bahkan biasanya bangunan kuburan ini dibuat lebih bagus dari pada rumah tinggal. Hal ini menandakan penghargaan kepada orang yang telah meninggal sangat – sangat besar. Untuk menuju kepulau Bebalang dari Kota Tahuna Ibukota Kabupaten Kepulauan Sangihe dapat menggunakan transportasi angkutan laut dengan waktu tempuh 1 jam dengan ongkos Rp. 35.000,- Untuk efisiensi waktu dapat menyewa speed boat dengan waktu tempuh 1/2 jam







Es Titin