Tampilkan postingan dengan label Kijang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kijang. Tampilkan semua postingan
Kebun Binatang Mini Zoo Kijang
Mini zoo (kebun binatang kecil) yang terletak di Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, saat ini sudah mulai diminati warga, sebagai sarana rekreasi dan juga untuk menghilangkan kejenuhan. Mini zoo ini salah satu tempat yang sangat cocok bagi untuk melihat dari dekat berbagai jenis keanekaragaman fauna (hewan) maupun flora (tumbuhan).
Meskipun tempatnya tidak begitu luas atau sekitar satu hektar, namun beraneka ragam jenis hewan koleksi ada disini, seperti rusa, monyet, orang utan, tupai, ular, kuda, buaya, beruang, iguana dan hewan lainnya. Kemudian, berbagai macam jenis burung diantaranya kakak tua, cendrawasih, elang dan lainnya serta jenis ikan tawar yang ada di kolam.
Mini zoo yang dirancang sebagai asesoris kota di bawah pengawasan Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kabupaten Bintan ini, diyakini mampu untuk menghibur masyarakat yang ingin melihat dari dekat beraneka jenis hewan dan tanaman lain.
Negeri Lancang Kuning Taman Kota di Kijang
Menurut Reportase1, Taman Kota memang sengaja dirancang untuk bersantai warga. Sering juga dipakai anak-anak muda untuk berpacaran, namun pengawasan kini lebih ditingkatkan. Pihak Kecamatan dan Satpol PP yang mulai intens memantau aktifitas di sini, sehingga kegiatan di Taman Kota lebih mengarah ke hal positif. Dana buatan di Taman Kota ini juga bisa dimanfaatkan untuk bersantai dengan menaiki semacam sepeda air. Tarifnya sekitar Rp10.000 per jam. Ada 5 sampai 6 sepeda air yang bisa ditumpangi 3 orang tersebut. Warga di Kijang ini menyebutnya ‘kodok-kodok’.“Kalau duduk di Lokasi Taman Kota ini saya seakan merenung masa lalu daerah Kijang. Yang jelas dulunya kolam (danau buatan) ini adalah kolam untuk pencucuian bauksit PT. Antam,” ujar Ramdan, salah seorang warga Kijang. Menurutnya lokasi ini setelah tak digunakan lagi sempat menjadi kolam yang dipenuhi semak dan rumputan, hingga akhirnya ditata dengan baik. Kini Taman Kota dipenuhi pohon rindang yang tertata dan kesahajaan danau dan kicauan burung. Kesejukan tentunya terasa saat bersandar di salah satu pohon di pinggir danau buatan ini. Setelah resmi dihibahkan PT. Aneka Tambang (Antam), 7 Oktober 2011 lalu, area Taman Kota termasuk dana buatan dan kawasan minizoo di Kijang ini sebenarnya mulai diproyeksikan menjadi salah satu spot wisata. Gubernur Kepri, HM. Sani bahkan sempat melepas 10 ribu bibit ikan emas dan nila dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri di dalam danau buatan tersebut. Area ini direncanakan sebagai lokasi penunjang pengembangan kawasan minizoo dan pariwisata di Kijang.
Monumen lancang kuning
Monumen lancang kuning
Bersama keponakanku Jimmy azwar ditaman kota kijang
Monumen Bauksit di Kijang Bintan
Kijang Kota merupakan salah satu kelurahan yang ada di kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Penambangan bauksit di dareah Kijang telah dimulai sebelum kemerdekaan Indonesia. Belanda merupakan negara pertama kali yang menemukan kandungan bauksit di daerah Kijang pada tahun 1920. Belanda juga merupakan negara pertama yang melakukan penambangan di Kijang. Di Kota Kijang Kecamatan Bintan Timur terdapat Monumen dan Relief Sejarah Pertambangan Bauksit Kijang yang dibangun oleh PT ANTAM (Persero) Tbk. Disini berdiri patung Pekerja Tambang dan 18 relief yang berisi ilustrasi perjalanan sejarah pertambangan bauksit dari aktivitas penambangan di tahun 1935-2010, hingga memasuki pasca tambang di tahun 2011.
![]() |
| Monumen Bauksit Kijang Photo by Febe Takapaha |
Pada Relief 1 hingga 5 dapat dilihat dimana Belanda memulai melakukan penambangan bauksit. Dimana Belanda memulai dengan melakukan surve ke sejumlah titik dan dilanjutkan dengan membuat sejumlah lubang dan akhirnya melakukan eksplotasi bauksit di kijang. Dan pada relief ke enam, negara Jepang mengambil alih penambangan bauksit di Kijang dari Belanda. Dan pada rileef ke tujuh mengisahkan tentang perjuangan Trikora dan berlanjut pada rileef ke delapan pengelolaan penambangan di Kijang telah dikelola oleh PT Antam. Berlanjut kepada relief selanjut hingga terakhir hingga pengelolaan paska tambang di Kijang. Rosi Eko triono selaku Mine Closure Bureau Head PT ANTAM (Persero) Tbk Kijang menyampaikan, Monumen dan Relief Sejarah Pertambangan Bauksit Kijang ini dibangu oleh PT ANTAM (Persero) Tbk pada tahun 2011 lalu dan diresmikan oleh Gubernur Kepri H. Muhammad Sani.
![]() |
| Relief yang menceritakan perkembangan pertambangan Bauksit di Kijang Bintang. Photo by Febe Takapaha |
"Monumen dan Relief Sejarah Pertambangan Bauksit Kijang untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang sejarah penambangan bauksit dari masa kemasa di Kijang ini,"terannya sembari menyampaikan, PT ANTAM (Persero) Tbk mulai mengelola bauksit di Kijang sekitar tahun 1968-an dan saat ini melakukan program pasca-tambang.
![]() |
| Monumen dan Relief Sejarah Pertambangan Bauksit Kijang untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang sejarah penambangan bauksit dari masa kemasa Photo by Febe Takapaha |
Langganan:
Postingan (Atom)



















