| Pemanangan Teluk dan Kota Tahuna dari kerkop Lenganeng |
Kubur Cina Lenganeng merupakan nama yang merujuk pada Area Pekuburan Tionghoa yang terletak di Desa Lenganeng, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, sebuah kompleks pemakaman khas yang didedikasikan secara eksklusif bagi warga keturunan Tionghoa di wilayah tersebut, mencerminkan warisan budaya peranakan yang telah lama berakar di kepulauan ini sejak era kolonial Belanda.
Seperti pemakaman Tionghoa tradisional lainnya di seluruh Indonesia, tempat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat peristirahatan terakhir, melainkan juga menjadi pusat kegiatan spiritual dan sosial yang ramai setiap tahun saat perayaan Ceng Beng—atau yang dikenal secara internasional sebagai Qing Ming Festival atau tradisi sembahyang kubur—di mana keluarga-keluarga keturunan Tionghoa dari berbagai penjuru berkumpul dengan khidmat untuk membersihkan batu nisan dan makam leluhur dari rumput liar serta debu, melakukan doa-doa penuh penghormatan sambil membakar dupa dan kertas perwakilan uang, serta mempersembahkan sesajen berupa makanan tradisional seperti kue bulan, buah-buahan segar, dan minuman, semuanya dilakukan sebagai bentuk ungkapan syukur, penghargaan abadi terhadap jasa para arwah leluhur, sekaligus mempererat ikatan keluarga di tengah kehidupan modern yang semakin sibuk.
Sebelum puncak pusunge dan puncak alfa terkenal, untuk melihat keindahan teluk Tahuna, tempat ini adalah yang paling dicari
Kuburan Cina (Kerkop) Lenganeng yang terletak di Kampung Lenganeng, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, merupakan sebuah destinasi yang memadukan wisata sejarah dan pesona alam dataran tinggi. Berada di jalur perbukitan, situs pemakaman tua ini menawarkan salah satu sudut pandang lanskap terbaik untuk menikmati keindahan Sangihe dari ketinggian.
Memasuki kawasan Kerkop Lenganeng, Anda akan langsung disambut oleh pelukan hawa dingin yang menusuk kulit dan embusan angin pegunungan yang menyegarkan. Terletak di dataran tinggi, tempat ini sering kali diselimuti kabut tipis, memberikan atmosfer yang tenang, damai, sekaligus magis. Di balik keheningan tersebut, deretan arsitektur makam Tionghoa kuno (bongpai) berdiri dengan kokoh, menyimpan rekam jejak sejarah, budaya, dan silsilah para leluhur yang telah lama menetap di bumi Sangihe.
Daya tarik utama yang membuat tempat ini begitu istimewa adalah pemandangan Teluk Tahuna yang luar biasa mempesona dari area puncak pemakaman. Sejauh mata memandang ke arah bawah, Anda akan disuguhi lanskap Kota Tahuna yang berpadu sempurna dengan garis pantai yang melengkung indah. Air teluk yang biru tenang dikelilingi oleh benteng perbukitan hijau yang megah, menciptakan sebuah lukisan alam yang sangat spektakuler. Perahu nelayan dan kapal-kapal yang bersandar di kejauhan tampak seperti miniatur terapung di atas permukaan laut.
Saat sore hari menjelang, suasana di Kerkop Lenganeng berubah menjadi semakin puitis. Sembari merapatkan jaket untuk menghalau dinginnya udara perbukitan, Anda dapat duduk bersantai menikmati detik-detik matahari yang perlahan turun ke cakrawala. Tempat ini menjadi sudut terbaik untuk mengagumi harmoni keindahan alam Sangihe—sebuah perpaduan antara ketenangan situs sejarah, kesejukan udara, dan lanskap teluk yang memikat hati setiap mata yang memandangnya.
Riwayat Wisata di Lenganeng