Tampilkan postingan dengan label Makassar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makassar. Tampilkan semua postingan
The Rinra Makassar | Review kamar Hotel 515 | 18 November 2019
The Rinra Hotel Makassar adalah salah satu Hotel bintang 4 di Kota Makassar yang berlokasi di Jalan Metro Tj. Bunga No.2, Panambungan, Kec. Mariso, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90112 dengan Nomor kontak (0411) 3663222, Hotel ini berada di Wilayah pesisir dan berdekatan dengan pantai losari, keunggulan Hotel ini adalah adanya Mall yang bersebelahan sehingga dapat memenuhi keperluan Shooping dan kuliner tanpa harus pergi jauh, Wisata Syarta mereview Hotel Bintang 4 ini pada 19 -20 November 2019
Review Hotel Lainnya Klik Disini
Kota Makassar
Kota Makassar (Makassar: ᨀᨚᨈ ᨆᨀᨔᨑ, kadang dieja Macassar, Mangkasar; dari 1971 hingga 1999secara resmi dikenal sebagai Ujungpandang atau Ujung Pandang) adalah kota terbesar di kawasanIndonesia Timur dan sekaligus ibu kota provinsi Sulawesi Selatan.
Kota ini terletak di pesisir barat daya pulau Sulawesi, berhadapan dengan Selat Makassar.
Makassar berbatasan dengan Selat Makassar di sebelah barat, Kabupaten Kepulauan Pangkajene di sebelah utara, Kabupaten Maros di sebelah timur dan Kabupaten Gowa di sebelah selatan.
Kota ini tergolong salah satu kota terbesar di Indonesia dari aspek pembangunannya dan secara demografis dengan berbagai suku bangsa yang menetap di kota ini.
Suku yang signifikan jumlahnya di kota Makassar adalah suku Makassar, Bugis, Toraja, Mandar, Buton, Jawa, dan Tionghoa. Makanan khas Makassar yang umum dijumpai seperti Coto Makassar, Roti Maros, Jalangkote, Kue Tori, Palubutung,Pisang Ijo, Sop Saudara dan Sop Konro.
Makassar memiliki wilayah seluas 175,77 km² dan penduduk sebesar kurang lebih 1,4 juta jiwa.
Nama Makassar sudah disebutkan dalam pupuh 14/3 kitab Nagarakretagama karya Mpu Prapanca pada abad ke-14, sebagai salah satu daerah taklukkan Majapahit.[1] Walaupun demikian, Raja Gowa ke-9Tumaparisi Kallonna (1510-1546) diperkirakan adalah tokoh pertama yang benar-benar mengembangkan kota Makassar.[2] Ia memindahkan pusat kerajaan dari pedalaman ke tepi pantai, mendirikan benteng di muara Sungai Jeneberang, serta mengangkat seorang syahbandar untuk mengatur perdagangan.[2]
Pada abad ke-16, Makassar menjadi pusat perdagangan yang dominan di Indonesia Timur, sekaligus menjadi salah satu kota terbesar di Asia Tenggara. Raja-raja Makassar menerapkan kebijakan perdagangan bebas yang ketat, di mana seluruh pengunjung ke Makassar berhak melakukan perniagaan disana dan menolak upaya VOC (Belanda) untuk memperoleh hak monopoli di kota tersebut.
Kontrol penguasa Makassar semakin menurun seiring semakin kuatnya pengaruh Belanda di wilayah tersebut dan menguatnya politik monopoli perdagangan rempah-rempah yang diterapkan Belanda melalui VOC. Pada tahun 1669, Belanda, bersama dengan La Tenri Tatta Arung Palakka dan beberapa kerajaan sekutu Belanda Melakukan penyerangan terhadap kerajaan Islam Gowa-Talloyang mereka anggap sebagai Batu Penghalang terbesar untuk menguasai rempah-rempah di Indonesia timur. Setelah berperang habis-habisan mempertahankan kerajaan melawan beberapa koalisi kerajaan yang dipimpin oleh belanda, akhirnya Gowa-Tallo (Makassar)terdesak dan dengan terpaksa menanda tangani perjanjian Bongaya.Selain itu, sikap yang toleran terhadap agama berarti bahwa meskipun Islam semakin menjadi agama yang utama di wilayah tersebut, pemeluk agama Kristen dan kepercayaan lainnya masih tetap dapat berdagang di Makassar. Hal ini menyebabkan Makassar menjadi pusat yang penting bagi orang-orangMelayu yang bekerja dalam perdagangan di kepulauan Maluku dan juga menjadi markas yang penting bagi pedagang-pedagang dari Eropa dan Arab.Semua keistimewaan ini tidak terlepas dari kebijaksanaan Raja Gowa-Tallo yang memerintah saat itu (Sultan Alauddin, Raja Gowa dan Sultan Awalul Islam, Raja Tallo).
Makassar merupakan kota yang multi etnis Penduduk Makassar kebanyakan dari Suku Makassar dan Suku Bugis sisanya berasal dari suku Toraja, Mandar, Buton, Tionghoa, Jawa dan sebagainya.
Hotel Aston Makassar
Aston Makassar Hotel & Convention Center merupakan hotel bintang 4 yang penuh gaya dan modern dengan 177 kamar dan suites yang didekorasi dengan penuh cita rasa, 5 ruang pertemuan dan sebuah ballroom besar yang dapat mengakomodasi sampai 1000 tamu.
Hotel juga menyediakan kedai kopi, restoran 'sky dining' dengan pemandangan kota dan laut yang mengegumkan, juga kolam renang, lengkap dengan pusat kebugaran dan spa yang memiliki 20 ruang perawatan dan peralatan lengkap.
Hotel juga menyediakan kedai kopi, restoran 'sky dining' dengan pemandangan kota dan laut yang mengegumkan, juga kolam renang, lengkap dengan pusat kebugaran dan spa yang memiliki 20 ruang perawatan dan peralatan lengkap.
Kamar Hotel
Review Hotel Lainnya Klik Disini
Pantai Losari
Pantai Losari adalah sebuah pantai yang terletak di sebelah barat kota Makassar. Pantai ini menjadi tempat bagi warga Makassar untuk menghabiskan waktu pada pagi, sore dan malam hari menikmati pemandangan matahari tenggelam yang sangat indah.
Dahulu, pantai ini dikenal dengan pusat makanan laut dan ikan bakar di malam hari (karena para penjual dan pedagang hanya beroperasi pada malam hari), serta disebut-sebut sebagai warung terpanjang di dunia (karena warung-warung tenda berjejer di sepanjang pantai yang panjangnya kurang lebih satu kilometer).
Salah satu penganan khas Makassar yang dijajak di warung-warung tenda itu adalah pisang epe (pisang mentah yang dibakar, kemudian dibuat pipih, dan dicampur dengan air gula merah. Paling enak dimakan saat masih hangat).
Saat ini warung-warung tenda yang menjajakan makanan laut tersebut telah dipindahkan pada sebuah tempat di depan rumah jabatan Walikota Makassar yang juga masih berada di sekitar Pantai Losari.
Pada sore hari, semua orang bisa menikmati proses atau detik-detik tenggelamnya matahari sunset.
Hotel Swiss-Belinn Panakkukang Makassar
Swiss-Belinn Panakkukang Makassar adalah hotel bintang 3 bertaraf internasional dengan standard kualitas Swiss-Belhotel International sebagai perusahaan manajemen yang telah diakui dan memperoleh beberapa penghargaan.Terletak dilokasi yang strategis di Panakkukang, salah satu pusat perdaganagn yang ramai di Makassar, Swiss-Belinn Panakkukang Makassar hanya berjarak 20 menit dari Bandar Udara Sultan Hassanudin II International. Hotel ini bersebelahan dengan Panakkukang Mall dimana terdapat 3 swalayan terbesar dan pusat perbelanjaan, akses mudah ke pusat bisnis dan pemerintahan, berbagai tempat hiburan, rekreasi dan tempat wisata, juga ragam pilihan kuliner khas Makassar, ibukota Sulawesi Selatan. Swiss-Belinn Panakkukang Makassar memiliki 183 kamar didisain bergaya minimalis modern dengan interior menggunakan warna-warna bernuansa hangat termasuk kamar bebas asap rokok dan kamar dengan fasilitas khusus.
Bagi para pelaku bisnis yang kerap melakukan perjalanan bisnis ke Makassar, Swiss-Belinn Panakkukang Makassar menyediakan enam ruang pertemuan, sebuah ballroom dan The Plaza, yaitu sebuah area semi terbuka yang dapat dipergunakan sebagai ruang serba guna dan ruang tambahan untuk ballroom dan Swiss-Cafe, merupakan tempat yang ideal untuk menyelenggarakan pertemuan, seminar, konperensi, pesta maupun pernikahan.
Nikmati pengalaman bersantap yang berbeda di restoran hotel, menyediakan ragam pilihan menu untuk makan pagi, siang dan malam. Layanan antar 24 jam juga tersedia. Bersantai di lounge yang memiliki area terbuka dengan pemandangan jalan Panakkukang yang ramai, ditemani dengan hiburan musik hidup. Untuk menikmati waktu luang dan relaksasi, tamu dapat mempergunakan peralatan yang tersedia di Klub Kebugaran atau memanjakan diri dengan ragam perawatan di Spa.
Alamat Hotel : Jl. Boulevard Raya No. 55, Panakkukang Makassar 90222 Makassar, Indonesia Tel : (62-411) 430 430 Fax : (62-411) 450 500
|
Bandara Internasional Sultan Hasanuddin
Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin sebelumnya bernama Bandar Udara Internasional Hasanuddin, bandara ini bernama Lapangan Terbang Kadieng terletak 30 km dari Kota Makassar, provinsiSulawesi Selatan. Bandara ini mempunyai dua landasan pacu yang pertama sepanjang 3.100 m x 45 m, dan yang kedua 2.500 m x 45 m.
Bandara ini dioperasikan oleh PT. Angkasa Pura I. Meskipun berstatus bandara internasional, sejak 28 Oktober 2006 hingga Juli 2008 sempat tidak ada rute internasional kecuali penerbangan haji setelah rute internasional terakhir Hasanuddin, Makassar-Singapura ditutup Garuda Indonesia karena merugi. Sebelumnya, Silk Air dan Malaysia Airlines telah terlebih dahulu menutup jalur internasional mereka ke Hasanuddin.[2][3] Air Asia membuka kembali rute Makassar-Kuala Lumpur mulai 25 Juli 2008. Disusul kemudian Garuda Indonesia membuka kembali penerbangan langsung Makassar-Singapura mulai 1 Juni 2011.
Bandara ini mengalami proses perluasan dan pengembangan yang dimulai tahun 2004 dan direncanakan selesai pada tahun 2009. Antara bagian dari pengembangan adalah terminal penumpang baru berkapasitas 7 juta penumpang per tahun, apron (lapangan parkir pesawat) yang berkapasitas tujuh pesawat berbadan lebar, landas pacu baru sepanjang 3.100 meter x 45 meter, serta taxiway. Pengoperasian terminal baru dimulai pada 4 Agustus 2008 dengan menggunakan landas pacu lama karena landas pacu baru masih sedang dikerjakan. Sekarang, Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Sudah Mengoperasikan Apron baru, landas pacu terbaru serta 1 buah taxiway. Perpanjangan landasan tahap 2 dari 3,100 meter menjadi 3,500 meter akan mulai dilaksanakan antara akhir tahun 2011 atau awal 2012, setelah pembebasan lahan terlaksanakan. Perpanjangan landasan ini ditujukan agar kedepannya dapat didarati pesawat berbadan lebar seperti Boeng 747 secara maksimal.
Langganan:
Postingan (Atom)





































Swiss-Belinn Panakkukang Makassar adalah hotel bintang 3 bertaraf internasional dengan standard kualitas Swiss-Belhotel International sebagai perusahaan manajemen yang telah diakui dan memperoleh beberapa penghargaan.




