Selamat Datang di Blog WISATA SYARTA mari ber-Wisata bersama Saya Stevenly Alexsander Takapaha untuk berbelanja, menikmati kuliner yang enak-enak, menikmati Keindahan Alam ciptaan Tuhan, mengagumi budaya dan sejarah serta berpetualangan-Karena hidup ini Indah dan setiap tempat adalah objek wisata. Blog ini menampilkan semua objek wisata yang dikunjungi dan dapat diceritakan. Salam Wisata!
Tampilkan postingan dengan label Makassar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makassar. Tampilkan semua postingan

Hotel Almadera Makassar


Menginap di Almadera Hotel Makassar adalah cara terbaik menikmati denyut nadi Kota Daeng dengan kenyamanan maksimal. Almadera Hotel Makassar adalah hotel bintang 4 yang terletak strategis di Jalan Somba Opu No. 235, berjarak hanya berjalan kaki dari Pantai Losari, begitu melangkah masuk ke dalam lobi, kehangatan khas ramah tamah lokal langsung menyambut Anda lewat senyuman tulus para staf yang sigap membantu. Hotel bintang 4 yang legendaris ini berhasil memadukan atmosfer istirahat yang menenangkan dengan akses hiburan kota yang tak tertandingi.

🌊 Pemandangan Kamar yang Menghanyutkan
Setiap kamar di Almadera Hotel Makassar dirancang menjadi tempat perlindungan yang tenang setelah seharian beraktivitas. Begitu tirai jendela dibuka, Anda akan langsung disuguhkan pesona megah Pantai Losari yang membentang luas, atau siluet estetik Masjid 99 Kubah Asmaul Husna di atas laut. Menghabiskan sore di dalam kamar ber-AC yang sejuk sembari menyaksikan matahari terbenam (sunset) yang dramatis menghadirkan kedamaian tersendiri yang sulit dilupakan.
🍹 Senja Magis dari Atas Rooftop
Salah satu sudut ternyaman di hotel ini adalah area teras rooftop-nya. Di sini, Anda bisa duduk santai ditemani embusan angin laut yang sejuk, memesan minuman segar, dan menikmati panorama 360 derajat keindahan pesisir Makassar. Tempat ini menjadi spot favorit para tamu untuk melepas penat sembari mengabadikan momen staycation yang estetik.

🚶 Jantung Kuliner dan Wisata dalam Jangkauan Kaki
Bagi pencinta kepraktisan, Almadera Hotel Makassar adalah surga. Lokasinya yang sangat strategis di Jalan Somba Opu membuat Anda hanya perlu berjalan kaki kurang dari 2 menit untuk menyentuh ikon Pantai Losari. Kapan pun Anda mendambakan kuliner khas seperti Pisang Epe, Coto Makassar, atau ingin berburu oleh-oleh emas dan kerajinan khas Sulawesi Selatan, semuanya berada tepat di sekitar area hotel.


Sajian sarapan prasmanan yang bervariasi di Gallery Restaurant siap menutup malam yang lelap dengan energi baru yang menyenangkan. Di Almadera, Anda tidak sekadar menginap, tetapi pulang membawa cerita tentang kenyamanan yang sesungguhnya di jantung Kota Makassar.
#wisatasyarta #11agu2026 #hotelalmadera #makassar

Wisata Kuliner Coto Latimojong Maros Makassar | 11 Agustus 2026

 

Hari Selasa, 11 Agustus 2026, menjadi momen yang sempurna untuk menikmati kuliner autentik di Coto Latimojong. Terletak di jalur strategis Jl. Poros Makassar - Maros No.151, Marumpa, rumah makan ini selalu dipadati oleh para pencinta kuliner yang mengincar perpaduan kuah kaya rempah dan daging yang empuk. Suasana warung yang hidup dengan dentingan sendok dan kepulan asap dari kuali besar langsung membangkitkan selera makan begitu melangkah masuk.
Menu utama yang saya pesan adalah se porsi Coto daging. Kuah cotonya yang kental, gurih, dan beraroma ketumbar serta jintan yang kuat, berpadu sempurna saat dinikmati bersama potongan ketupat (ketupat daun pandan/bambu). Berwisata kuliner ke sini di pertengahan Agustus 2026 ini bukan sekadar mengisi perut, melainkan merayakan warisan rasa ragi rempah khas Sulawesi Selatan yang tak lekang oleh waktu.









Wisata Kuliner di Cafe Dani Rasaq Pantai Losari Makassar | Selasa 11 Agsutus 2026

 

Selasa malam, 11 Agustus 2026, suasana di sekitar Pantai Losari, Makassar terasa begitu hidup dengan embusan angin laut yang hangat dan pendar lampu kota yang ikonik. Di tengah ramainya kawasan wisata ini, Cafe Dani Rasaq menjadi tujuan utama untuk berburu salah satu kuliner paling legendaris di Kota Daeng, yaitu Nasi Goreng Merah khas Makassar. Kuliner ini sangat unik karena warna merah cerahnya yang mencolok tidak berasal dari cabai, melainkan dari penggunaan saus tomat khas Makassar yang memberikan cita rasa gurih, manis, dan sedikit asam yang pas di lidah.

Sesampainya di Cafe Dani Rasaq, aroma harum bumbu yang ditumis di atas wajan besar langsung menyambut setiap pengunjung yang datang. Sepiring Nasi Goreng Merah disajikan hangat dengan porsi yang royal, lengkap dengan suwiran ayam, dan telur mata dadar di atasnya. Menikmati setiap suapan nasi goreng yang kaya rasa ini, ditemani pemandangan siluet Masjid Amirul Mukminin (Masjid Terapung) dan deburan ombak Losari di malam hari, memberikan pengalaman wisata kuliner yang sempurna dan tak terlupakan di jantung Kota Makassar.


The Rinra Makassar | Review kamar Hotel 515 | 18 November 2019

The Rinra Hotel Makassar adalah salah satu Hotel bintang 4 di Kota Makassar yang berlokasi di Jalan Metro Tj. Bunga No.2, Panambungan, Kec. Mariso, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90112 dengan Nomor kontak (0411) 3663222, Hotel ini berada di Wilayah pesisir dan berdekatan dengan pantai losari, keunggulan Hotel ini adalah adanya Mall yang bersebelahan sehingga dapat memenuhi keperluan Shooping dan kuliner tanpa harus pergi jauh, Wisata Syarta mereview Hotel Bintang 4 ini pada 19 -20 November 2019







Review Hotel Lainnya Klik Disini

Kota Makassar

Kota Makassar (Makassar: ᨀᨚᨈ ᨆᨀᨔᨑ, kadang dieja MacassarMangkasar; dari 1971 hingga 1999secara resmi dikenal sebagai Ujungpandang atau Ujung Pandang) adalah kota terbesar di kawasanIndonesia Timur dan sekaligus ibu kota provinsi Sulawesi Selatan

Kota ini terletak di pesisir barat daya pulau Sulawesi, berhadapan dengan Selat Makassar.
Makassar berbatasan dengan Selat Makassar di sebelah barat, Kabupaten Kepulauan Pangkajene di sebelah utara, Kabupaten Maros di sebelah timur dan Kabupaten Gowa di sebelah selatan.

Kota ini tergolong salah satu kota terbesar di Indonesia dari aspek pembangunannya dan secara demografis dengan berbagai suku bangsa yang menetap di kota ini.

Suku yang signifikan jumlahnya di kota Makassar adalah suku Makassar, BugisTorajaMandarButonJawa, dan Tionghoa. Makanan khas Makassar yang umum dijumpai seperti Coto MakassarRoti MarosJalangkoteKue ToriPalubutung,Pisang IjoSop Saudara dan Sop Konro.

Makassar memiliki wilayah seluas 175,77 km² dan penduduk sebesar kurang lebih 1,4 juta jiwa.
Nama Makassar sudah disebutkan dalam pupuh 14/3 kitab Nagarakretagama karya Mpu Prapanca pada abad ke-14, sebagai salah satu daerah taklukkan Majapahit.[1] Walaupun demikian, Raja Gowa ke-9Tumaparisi Kallonna (1510-1546) diperkirakan adalah tokoh pertama yang benar-benar mengembangkan kota Makassar.[2] Ia memindahkan pusat kerajaan dari pedalaman ke tepi pantai, mendirikan benteng di muara Sungai Jeneberang, serta mengangkat seorang syahbandar untuk mengatur perdagangan.[2]

Pada abad ke-16, Makassar menjadi pusat perdagangan yang dominan di Indonesia Timur, sekaligus menjadi salah satu kota terbesar di Asia Tenggara. Raja-raja Makassar menerapkan kebijakan perdagangan bebas yang ketat, di mana seluruh pengunjung ke Makassar berhak melakukan perniagaan disana dan menolak upaya VOC (Belanda) untuk memperoleh hak monopoli di kota tersebut.

Kontrol penguasa Makassar semakin menurun seiring semakin kuatnya pengaruh Belanda di wilayah tersebut dan menguatnya politik monopoli perdagangan rempah-rempah yang diterapkan Belanda melalui VOC. Pada tahun 1669, Belanda, bersama dengan La Tenri Tatta Arung Palakka dan beberapa kerajaan sekutu Belanda Melakukan penyerangan terhadap kerajaan Islam Gowa-Talloyang mereka anggap sebagai Batu Penghalang terbesar untuk menguasai rempah-rempah di Indonesia timur. Setelah berperang habis-habisan mempertahankan kerajaan melawan beberapa koalisi kerajaan yang dipimpin oleh belanda, akhirnya Gowa-Tallo (Makassar)terdesak dan dengan terpaksa menanda tangani perjanjian Bongaya.Selain itu, sikap yang toleran terhadap agama berarti bahwa meskipun Islam semakin menjadi agama yang utama di wilayah tersebut, pemeluk agama Kristen dan kepercayaan lainnya masih tetap dapat berdagang di Makassar. Hal ini menyebabkan Makassar menjadi pusat yang penting bagi orang-orangMelayu yang bekerja dalam perdagangan di kepulauan Maluku dan juga menjadi markas yang penting bagi pedagang-pedagang dari Eropa dan Arab.Semua keistimewaan ini tidak terlepas dari kebijaksanaan Raja Gowa-Tallo yang memerintah saat itu (Sultan Alauddin, Raja Gowa dan Sultan Awalul Islam, Raja Tallo).
Makassar merupakan kota yang multi etnis Penduduk Makassar kebanyakan dari Suku Makassar dan Suku Bugis sisanya berasal dari suku Toraja, Mandar, Buton, Tionghoa, Jawa dan sebagainya.

Hotel Aston Makassar

Aston Makassar Hotel & Convention Center merupakan hotel bintang 4 yang penuh gaya dan modern dengan 177 kamar dan suites yang didekorasi dengan penuh cita rasa, 5 ruang pertemuan dan sebuah ballroom besar yang dapat mengakomodasi sampai 1000 tamu.



Hotel juga menyediakan kedai kopi, restoran 'sky dining' dengan pemandangan kota dan laut yang mengegumkan, juga kolam renang, lengkap dengan pusat kebugaran dan spa yang memiliki 20 ruang perawatan dan peralatan lengkap.


Kamar Hotel



   Review Hotel Lainnya Klik Disini

Pantai Losari

Pantai Losari adalah sebuah pantai yang terletak di sebelah barat kota Makassar. Pantai ini menjadi tempat bagi warga Makassar untuk menghabiskan waktu pada pagi, sore dan malam hari menikmati pemandangan matahari tenggelam yang sangat indah.

Dahulu, pantai ini dikenal dengan pusat makanan laut dan ikan bakar di malam hari (karena para penjual dan pedagang hanya beroperasi pada malam hari), serta disebut-sebut sebagai warung terpanjang di dunia (karena warung-warung tenda berjejer di sepanjang pantai yang panjangnya kurang lebih satu kilometer).
Salah satu penganan khas Makassar yang dijajak di warung-warung tenda itu adalah pisang epe (pisang mentah yang dibakar, kemudian dibuat pipih, dan dicampur dengan air gula merah. Paling enak dimakan saat masih hangat).
Saat ini warung-warung tenda yang menjajakan makanan laut tersebut telah dipindahkan pada sebuah tempat di depan rumah jabatan Walikota Makassar yang juga masih berada di sekitar Pantai Losari.
Pada sore hari, semua orang bisa menikmati proses atau detik-detik tenggelamnya matahari sunset.

Koleksi Foto Pantai Losari Makassar :