Wisata malam di Pantai Kendari menyuguhkan pemandangan yang memikat saat lampu-lampu kota mulai menyala dan memantul di atas permukaan air laut. Kawasan pesisir ini bertransformasi menjadi pusat keramaian yang hangat, tempat warga lokal dan pelancong membaur untuk melepaskan penat setelah seharian beraktivitas.
Pemandangan utama yang mendominasi cakrawala malam di sini adalah kemegahan Jembatan Teluk Kendari.
Jembatan kabel (cable-stayed) sepanjang 1,34 kilometer ini tampak begitu estetik di kegelapan malam berkat pendaran lampu hias warna-warni yang menyelimuti seluruh strukturnya. Siluet tiang jembatan yang menjulang tinggi dan kerlip lampu kendaraan yang melintas di atasnya menciptakan lanskap modern yang sangat fotogenik, menjadi latar belakang visual yang ikonik bagi siapa saja yang berkunjung ke kawasan ini.
Jembatan kabel (cable-stayed) sepanjang 1,34 kilometer ini tampak begitu estetik di kegelapan malam berkat pendaran lampu hias warna-warni yang menyelimuti seluruh strukturnya. Siluet tiang jembatan yang menjulang tinggi dan kerlip lampu kendaraan yang melintas di atasnya menciptakan lanskap modern yang sangat fotogenik, menjadi latar belakang visual yang ikonik bagi siapa saja yang berkunjung ke kawasan ini.
Menikmati panorama jembatan tersebut terasa semakin sempurna dengan kehadiran Pisang Epe, kuliner legendaris yang wajib disantap saat berkunjung ke Pantai Kendari.
Di sepanjang area jalan pantai, aroma manis dari pisang kepok yang dibakar di atas bara api langsung merebak, memancing selera. Proses pembuatannya yang unik—di mana pisang dijepit hingga pipih (di-epe) setelah dibakar—menghasilkan tekstur yang lembut di dalam namun garing di luar. Siraman saus gula merah cair yang kental berpadu dengan taburan toping kekinian seperti keju parut, cokelat meses, atau kacang sangrai, memberikan sensasi rasa manis dan gurih yang meleleh di mulut. Perpaduan kelezatan pisang epe yang hangat dan keindahan gemerlap Jembatan Teluk Kendari menjadikan malam di Kendari sebuah memori perjalanan yang menyenangkan.
Di sepanjang area jalan pantai, aroma manis dari pisang kepok yang dibakar di atas bara api langsung merebak, memancing selera. Proses pembuatannya yang unik—di mana pisang dijepit hingga pipih (di-epe) setelah dibakar—menghasilkan tekstur yang lembut di dalam namun garing di luar. Siraman saus gula merah cair yang kental berpadu dengan taburan toping kekinian seperti keju parut, cokelat meses, atau kacang sangrai, memberikan sensasi rasa manis dan gurih yang meleleh di mulut. Perpaduan kelezatan pisang epe yang hangat dan keindahan gemerlap Jembatan Teluk Kendari menjadikan malam di Kendari sebuah memori perjalanan yang menyenangkan.


.jpeg)
.jpeg)




.jpeg)
.jpeg)
