Selamat Datang di Blog WISATA SYARTA mari ber-Wisata bersama Saya Stevenly Alexsander Takapaha untuk berbelanja, menikmati kuliner yang enak-enak, menikmati Keindahan Alam ciptaan Tuhan, mengagumi budaya dan sejarah serta berpetualangan-Karena hidup ini Indah dan setiap tempat adalah objek wisata. Blog ini menampilkan semua objek wisata yang dikunjungi dan dapat diceritakan. Salam Wisata!

Fave Hotel | 23-28 Juli 2026

favehotel Bitung menawarkan pengalaman menginap yang modern, strategis, dan ramah di kantong sebagai basis utama Anda saat mengeksplorasi keindahan alam pesisir Selat Lembeh. Memadukan desain estetik khas warna magenta yang trendi dengan kenyamanan hotel berbintang, hotel ini menjadi pilihan terfavorit bagi para pelancong bisnis maupun wisatawan keluarga yang berkunjung ke Kota Cakalang.

Memasuki favehotel Bitung, Anda akan langsung disambut oleh atmosfer yang segar, bersih, dan penuh energi. Mengusung konsep smart hotel, setiap sudut ruangan dirancang secara fungsional untuk memastikan istirahat Anda maksimal setelah seharian penuh menjelajahi keindahan bawah laut Selat Lembeh atau bertualang di Cagar Alam Tangkoko. Kasur berkualitas premium dengan bantal yang empuk siap memanjakan tubuh Anda yang lelah, ditemani oleh fasilitas kamar yang lengkap seperti TV kabel layar datar, AC yang dingin, dan koneksi Wi-Fi super cepat untuk menjaga Anda tetap terhubung.

Daya tarik utama yang membuat menginap di sini begitu berkesan adalah panorama kota dan pesisir yang bisa Anda nikmati langsung dari jendela kamar. Di pagi hari, Anda bisa menyantap sarapan lezat dengan menu lokal dan internasional di Lime Restaurant yang estetik. Keunggulan lokasinya yang berada tepat di pusat kota membuat Anda sangat mudah mengakses pusat kuliner, area perkantoran, hingga pelabuhan penyeberangan menuju Pulau Lembeh. Menghabiskan malam di hotel ini memberikan keseimbangan sempurna antara petualangan urban dan kenyamanan istirahat kelas atas.


Lokasi Sangat Strategis: Terletak di pusat kota Bitung, memudahkan Anda menjangkau pusat kuliner lokal, perbankan, dan gerbang wisata Selat Lembeh dalam hitungan menit.Fasilitas Kolam Renang Outdoor: Tersedia kolam renang yang bersih dan nyaman untuk bersantai bersama keluarga sembari menikmati udara sejuk Kota Bitung.Kamar Bersih & Desain Trendi: Desain interior minimalis modern yang dipadukan dengan standar kebersihan tinggi menjamin kenyamanan tidur yang berkualitas.Harga yang Sangat Kompetitif: Menawarkan fasilitas lengkap setara hotel berbintang dengan tarif yang tetap bersahabat bagi para backpacker maupun keluarga.

Dam (Bendungan) Sabo Kolongan Beha Baru Sangihe | 2 Agustus 2026

Dam Sabo Kolongan Beha Baru atau dikenal sebagai bendungan/wisata sungai Kolongan Beha Baru merupakan salah satu destinasi wisata air tawar yang kian diminati warga di Kecamatan Tahuna Barat, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Berbeda dengan wisata bahari yang mendominasi bumi Nyiur Melambai, objek wisata ini menyuguhkan kombinasi unik antara aliran sungai jernih, bendungan penahan banjir (Dam Sabo), dan bentang alam hijau khas kaki pegunungan

Komsel Dewasa Muda GPKdI Tahuna 

Menjauh sejenak dari deburan ombak pantai Sangihe, Kelurahan Kolongan Beha Baru menyimpan sebuah oasis kesejukan yang tersembunyi. Berada di kawasan dataran Tahuna Barat, objek wisata sungai dan bendungan ini menawarkan pesona air tawar alami yang mengalir langsung dari rimbunnya perbukitan sekitar.Daya tarik utama tempat ini terletak pada struktur bendungan atau Dam Sabo yang membelah sungai.


Aliran air yang melewati pembatas bendungan menciptakan efek riam mirip air terjun buatan yang melebar, menghasilkan gemuruh air yang menenangkan serta buih-buih putih yang menyegarkan mata. Di bawahnya, terbentuk kolam aliran sungai yang jernih dan berarus tenang, menjadikannya tempat favorit bagi anak-anak maupun orang dewasa untuk mandi, berenang, atau sekadar berendam melepas penat.Suasana di sekitar lokasi terasa sangat asri karena dikelilingi oleh pepohonan tropis yang rimbun. Udara pegunungan yang bersih, jernihnya air sungai yang belum tercemar, serta panorama batuan sungai alami berpadu serasi dengan kokohnya dinding bendungan. Tempat ini bukan sekadar infrastruktur pengendali air, melainkan telah bermutasi menjadi ruang rekreasi keluarga yang hangat dan ramah di kantong


Struktur bertingkat dari Dam Sabo menciptakan pancuran air menyerupai air terjun mini yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk merasakan sensasi pijatan air alami.Aliran sungai di dasar bendungan cukup bersahabat untuk aktivitas air, dengan air yang senantiasa dingin dan menyegarkan khas pegunungan Sangihe. Perpaduan antara elemen air yang bergerak dinamis, struktur beton bendungan, dan latar belakang hutan hijau menjadi latar belakang potret yang sangat instagramable. Area pinggiran sungai yang berbatu dan teduh sering dimanfaatkan warga lokal untuk menggelar tikar dan menikmati perbekalan bersama keluarga

Wisata sungai bendungan ini terletak di Kelurahan Kolongan Beha Baru, Kecamatan Tahuna Barat, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Jaraknya relatif dekat dan mudah dijangkau dari pusat kota Tahuna (ibu kota kabupaten) menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Akses jalannya sudah memadai, bahkan lokasinya berdekatan dengan fasilitas publik desa seperti Puskesmas Pembantu (Pustu) setempat


Dermaga Pangkalan PSDKP Bitung | 23 Juli 2026

 


Dermaga Kapal Pengawas Pangkalan PSDKP Bitung menyuguhkan pemandangan pesisir yang memukau, memadukan gagahnya armada penjaga laut Indonesia dengan panorama biru Selat Lembeh yang menenangkan. Terletak di kawasan strategis Aertembaga, Kota Bitung, area perkantoran dan dermaga di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini memiliki daya tarik visual unik yang jarang ditemukan di destinasi wisata konvensional. Tempat ini menjadi ruang alternatif bagi masyarakat untuk menikmati senja sembari mengagumi barisan kapal patroli yang bersandar rapi.



KM. Merit Teratai | Manado-Tahuna | 28-29 Juli 2026

 



















Selat Lembeh | 26 Juli 2026

Perjalanan laut dari Dermaga Pateten di Bitung menuju kawasan perairan Pulau Abadi di Selat Lembeh memakan waktu sekitar 10 hingga 15 menit menggunakan perahu taksi lokal. Rute ini menawarkan pemandangan air laut yang jernih, deretan bukit hijau, serta aktivitas penyeberangan tradisional yang sarat dengan nuansa bahari khas Sulawesi Utara.



Pesona Pagi di Dermaga Pateten
  • Langkah awal: Suasana pelabuhan rakyat Pateten riuh oleh aktivitas warga dan nelayan lokal.

  • Perahu taksi: Mesin tempel bergemuruh pelan melepas tali sauh perahu kayu menuju seberang selat.

  • Latar belakang: Deretan bukit daratan utama Bitung melebur dengan bias mentari sore di atas air dengan aktifitas pelabuhan internasionalnya

Menyusuri Tenangnya Selat Lembeh
  • Air berkilau: Permukaan air selat tenang, memantulkan warna merah muda dan langit biru muda

  • Lalu lalang: Perahu ketinting dan kapal nelayan berpapasan membelah riak kecil air laut.

  • Udara segar: Aroma khas air asin bercampur angin tropis menyejukkan sepanjang perjalanan pendek ini.

Menuju Keindahan Bawah Laut Pulau Abadi
  • Titik ikonik: Perahu mendekati kawasan sekitar Pulau Abadi yang terkenal dengan kemurnian ekosistem pesisirnya.

  • Air transparan: Kejernihan air memperlihatkan bentuk dasar laut berpasir putih dari atas perahu.