Misteri Sejarah di Bawah Laut Sangihe: Spot Dive Shipwreck Pintu Kota
Kepulauan Sangihe di Sulawesi Utara tidak hanya diberkahi dengan lanskap pegunungan hijau yang megah, tetapi juga menyimpan situs sejarah bawah laut yang spektakuler. Salah satu titik selam paling ikonik di wilayah ini adalah Spot Dive Shipwreck Pintu Kota, yang terletak di sekitar tanjung Kota Tahuna, dekat dengan area bekas pelabuhan tua.
Di dasar laut berkisar pada kedalaman 20 hingga 40 meter, bersemayam bangkai kapal besi peninggalan era Perang Dunia II (sering diidentifikasi sebagai Japanese Shipwreck). Kapal bersejarah dengan panjang sekitar 40 meter ini kini telah beralih fungsi menjadi rumah bagi ekosistem terumbu karang yang padat dan berwarna-warni. Selain struktur kapal karam yang menakjubkan, penyelam di spot Pintu Kota juga ditantang oleh kontur Sea Mount (dinding laut tegak), Twin Anchor (jangkar ganda), serta arus bawah laut yang dinamis. Keberadaan arus ini membawa nutrisi melimpah yang mengundang kawanan ikan pelagis besar seperti Jack Fish, Trevally, hingga kawanan ikan kecil yang menari di sekitar bangkai kapal
Petualangan dimulai dari atas Speedboat Napoleon 39 dengan latar belakang perbukitan hijau tropis khas pesisir Pelabuhan Tua Sangihe. kami bersiap dengan penuh antusias mengenakan pakaian selam (wetsuit) dari Cressi, lengkap dengan weight belt (sabuk pemberat), masker, fin (kaki katak), dan mengecek perangkat tabung udara serta BCD. Pose penuh semangat dan tanda "OK" serta jempol menunjukkan kesiapan mental dan fisik sebelum melakukan entry ke dalam air.

Memasuki dimensi bawah laut, air biru jernih Tahuna langsung menyambut kami untuk turun secara aman dan stabil menuju titik bangkai kapal. tampak kilauan formasi ribuan ikan kecil (schooling fish) yang berenang rapat, menandakan betapa kayanya biota di sekitar struktur kapal ini.


Begitu mencapai kedalaman utama, kemegahan kapal karam mulai terlihat jelas. Struktur lambung dan geladak kapal besi yang kokoh berdiri statis di dasar laut berpasir. Pandangan jarak jauh memperlihatkan bagian kapal yang kini diselimuti oleh sedimen laut, menciptakan siluet magis menyerupai kastil bawah air yang diselimuti misteri masa lalu.

transformasi luar biasa dari besi tua menjadi oasis kehidupan. Seluruh permukaan logam bangkai kapal telah ditumbuhi dengan terumbu karang keras, karang lunak, serta spons laut (soft coral & sponges) dengan warna merah jingga, merah muda, dan kuning yang sangat kontras. Ribuan ikan karang kecil berwarna biru tua tampak berenang bebas mengitari struktur tersebut, menegaskan bahwa Shipwreck Pintu Kota adalah perpaduan sempurna antara petualangan sejarah dan keindahan alam bawah laut Sangihe yang tiada duanya

#wisatasangihe #22mei2022 #wisatasyarta



Tidak ada komentar:
Posting Komentar