Menembus Ombak Nusa Utara: Catatan Perjalanan KM. Mercy Teratai
Pelayaran malam dari Pelabuhan Manado menuju Pelabuhan Nusantara Tahuna menawarkan romansa petualangan laut yang tak terlupakan bagi siapa saja yang ingin mengeksplorasi beranda utara Indonesia. Berangkat pada 9 Juli 2025 dan tiba keesokan paginya pada 10 Juli 2025, perjalanan menggunakan KM. Mercy Teratai ini menjadi moda transportasi menuju Sangihe
🌊 9 Juli 2025 – Senja di Pelabuhan Manado dan Kehangatan Kamar D5 Atas
Petualangan dimulai sore hari di Pelabuhan Manado. Riuh rendah suara penumpang, buruh bagasi, dan klakson kapal berpadu menjadi musik khas pelabuhan. Setelah melewati pemeriksaan tiket, melangkah naik ke dek KM. Mercy Teratai memunculkan sensasi kegembiraan tersendiri.
Mencari Kamar D5 bed atas di kelas ranjang/kamar menjadi misi pertama. Begitu menemukannya, rasa lega langsung terasa. Ranjang bagian atas memberikan privasi lebih dan sudut pandang yang nyaman untuk beristirahat. Setelah merapikan barang bawaan, langkah kaki otomatis terbawa menuju dek luar kapal.
Saat kapal mulai meningglakan pelabuhan Matahari sore yang perlahan tenggelam di balik cakrawala Teluk Manado, meninggalkan semburat warna jingga yang memantul di permukaan laut. Perlahan, lampu-lampu Kota Manado mengecil dan meredup di kejauhan, digantikan oleh hamparan laut gelap dan taburan bintang di langit malam Sulawesi Utara. Angin malam yang berembus kencang mengiringi ayunan kapal yang mantap membelah ombak, membawa tubuh terlelap dengan nyaman di dalam kehangatan Kamar D5.
🏝️ 10 Juli 2025 – Fajar di Laut Sangihe dan Hangatnya Sambutan Tahuna
Pagi hari sekitar pukul 05.00 WITA, guncangan lembut kapal dan sayup-sayup suara aktivitas penumpang mulai membangunkan tidur. Bergegas keluar kamar menuju dek samping, pemandangan luar biasa langsung menyapa mata. Gunung-gunung hijau khas Kepulauan Sangihe mulai terlihat samar di balik kabut tipis fajar.
Tepat pukul 05.00 WITA, KM. Mercy Teratai perlahan merapat dengan mulus di Pelabuhan Nusantara Tahuna. Dari atas dek, terlihat lanskap Kota Tahuna yang fotogenik; sebuah kota kecil yang dipeluk erat oleh perbukitan hijau subur di satu sisi, dan teluk berair tenang di sisi lainnya.
Menapakkan kaki di dermaga Tahuna membawa rasa syukur yang mendalam setelah menempuh perjalanan laut semalaman. Udara pagi yang bersih dan senyum ramah warga lokal yang menjemput kerabat mereka menjadi ucapan selamat datang yang sempurna. Bumi Sangihe—tanah bertabur budaya, pantai berpasir putih, dan pesonanya.
@wisatasyarta Review perjalaman laut dengan lenggunakan moda transportasi KM. Mercy Teratai dari pelabuhan Manado menuju ke pelabuhan Tahuna pad 9-10 Juli 2025 #wisatasyarta #reviewkapal #mercyteratai ♬ suara asli - Vano - Stevano muhaling

Tidak ada komentar:
Posting Komentar