Ada rasa hangat yang menjalar di dada ketika kaki kembali memijak tanah Beo, Kepulauan Talaud. Perjalanan kali ini bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan sebuah wisata nostalgia untuk menemui kembali kepingan memori masa kecil yang tertinggal di beranda utara Nusantara
🌊 Mengingat Deru Ombak di Tanggul Pantai Beo
Langkah pertama membawa saya kembali ke tepian pantai yang begitu akrab. Berdiri di atas tanggul batu (talud) yang membatasi daratan dengan laut lepas, ingatan langsung terlempar ke masa puluhan tahun lalu. Tempat ini dahulu adalah pantai arena bermain, tempat berlari mengejar ombak, dan mendengarkan deburan air laut yang tak pernah berhenti.
Melihat rumah-rumah sederhana beratap seng di pinggir pantai dan deretan pohon kelapa yang melambai di kejauhan membawa kedamaian yang magis. Meski waktu telah berlalu, aroma air laut dan birunya langit Beo tetap sama seperti yang ada dalam memori masa kecil saya.
🌅 Saksi Bisu Pantai Taloara
Berjalan sedikit lebih jauh, saya menemukan tanggul batu kuno yang menjorok ke laut, berlatar belakang sebuah salib besi yang berdiri kokoh menghadap cakrawala. Temapt ini dulunya belum ada namun di sinilah tempat terbaik untuk menikmati senja dibawah dego-dego Tua
Matahari yang perlahan turun, menyisakan siluet awan megah dan pantulan cahaya keemasan di atas permukaan laut yang tenang, membuat momen nostalgia ini terasa begitu emosional.
🏡 Kehangatan yang Tak Pernah Pudar: Berjumpa Orang-Orang Tercinta
Nostalgia terbesar dari sebuah tempat masa kecil bukanlah pada pemandangannya, melainkan pada orang-orangnya. Sungguh sebuah berkah luar biasa bisa kembali mengetuk pintu rumah tua, bersalaman, dan bertemu orang tua dan kerabat lama yang sudah seperti keluarga sendiri.
![]() |
| Bersama Ateng, Menantu Mami Har dan Har |
Duduk di beranda rumah, melempar senyum, dan mengacungkan jempol bersama adalah cara kami merayakan pertemuan ini. Guratan senyum ramah di wajah mereka, tawa lepas saat menceritakan kenakalan masa kecil, hingga obrolan hangat di atas motor di sepanjang jalanan kampung, membuktikan satu hal: sejauh apa pun kita pergi, Beo dan orang-orang di dalamnya akan selalu menjadi "rumah" yang paling dirindukan.
![]() |
| Bersama Mam Lina dan Suami |
Perjalanan ke Beo Talaud ini menjadi pengingat berharga. Bahwa di ujung utara Indonesia ini, ada sebuah tempat kecil yang membentuk siapa diri saya hari ini.
@wisatasyarta Talaud 3 April 2023 Melonguane-Beo Pulang-Pergi #talaud #wisatasyarta #wisatatalaud ♬ Dj Terompet Pemersatu Bangsa - PAMOKHOL ID





Tidak ada komentar:
Posting Komentar