Awal mula penamaan Mangki yang kini dikenal luas sebagai sebuah sungai ikonik di wilayah Sangihe, diambil langsung dari nama seseorang yang sangat legendaris, yaitu Opa Mangki, seorang tokoh tua yang penuh hikmah dan menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah masyarakat setempat, di mana tempat ini—yang dulunya hanyalah sebuah sumber air alami yang jernih dan mengalir deras—sering kali dijadikan sebagai lokasi pemandian pribadinya, tempat beliau membersihkan diri sambil merenungi kehidupan di tengah gemericik air yang menenangkan dan hembusan angin pegunungan yang sejuk. Sejak kepergian Opa Mangki menuju pelukan Sang Pencipta, nama tersebut secara alami melekat dan diwariskan kepada sungai itu sendiri sebagai bentuk penghormatan abadi dari masyarakat Dumuhung, sehingga Sungai Mangki kini berdiri megah sebagai simbol kenangan yang hidup, terletak secara strategis di Jalan Buase, Kelurahan Dumuhung, Kecamatan Tahuna Timur, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, dengan posisi geografisnya yang berada di dataran tinggi yang menanjak curam, menawarkan pemandangan teluk Tahuna yang benar-benar mempesona hati siapa pun yang datang, di mana biru laut yang tenang bertemu dengan gradasi langit senja yang merah jingga, dikelilingi pepohonan hijau rindang dan suara burung-burung liar yang bernyanyi riang, menjadikannya spot sempurna untuk wisata alam, refleksi spiritual, atau sekadar menikmati keindahan ciptaan Tuhan yang tak ternilai di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern.

