Selamat Datang di Blog WISATA SYARTA mari ber-Wisata bersama Saya Stevenly Alexsander Takapaha untuk berbelanja, menikmati kuliner yang enak-enak, menikmati Keindahan Alam ciptaan Tuhan, mengagumi budaya dan sejarah serta berpetualangan-Karena hidup ini Indah dan setiap tempat adalah objek wisata. Blog ini menampilkan semua objek wisata yang dikunjungi dan dapat diceritakan. Salam Wisata!
Tampilkan postingan dengan label Jembatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jembatan. Tampilkan semua postingan

Jembatan 2 Barelang Batam

Jembatan 2 Barelang 29 Mei 2024. 06:32 Wib

Jembatan Barelang (singkatan dari Batam, Rempang, dan Galang) adalah sekumpulan jembatan yang menghubungkan pulau-pulau yaitu Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang Baru di daerah Batam, provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Masyarakat setempat menyebutnya "Jembatan Barelang". Ada juga yang menyebutnya "Jembatan Habibie" sebagai bentuk penghargaan atas jasa beliau dalam mengembangkan pulau Batam sebagai pulau industri serta mempelopori pembangunan jembatan ini.

Jembatan 2 Barelang 29 Mei 2024. 06:33 Wib

Jembatan Barelang merupakan ikon Kota Batam yang populer, khususnya bagi masyarakat Kepulauan Riau. Jembatan ini menjadi salah satu tujuan utama dalam berwisata di Pulau Batam.

Jembatan 2 Barelang 29 Mei 2024. 06:32 Wib

Jembatan Barelang merupakan pilot project berteknologi tinggi yang melibatkan ratusan insinyur Indonesia tanpa campur tangan dari tenaga ahli luar negeri. Dibangun guna memperluas wilayah kerja Otorita Batam, jembatan ini telah menyedot anggaran sebesar Rp400 Miliar selama enam tahun (1992 – 1998) pembangunannya. Enam buah jembatan ini telah menghubungkan jalur Trans Barelang yang membentang sepanjang 54 kilometer.

Jembatan 2 Barelang 29 Mei 2024. 06:31 Wib

Jembatan 2 Barelang 29 Mei 2024. 06:31 Wib

Jembatan 2 Barelang 29 Mei 2024. 06:31 Wib


Jembatan 1 Barelang


Jembatan Barelang (singkatan dari Batam, Rempang, dan Galang) adalah sekumpulan jembatan yang menghubungkan pulau-pulau yaitu Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang Baru di daerah Batam, provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Masyarakat setempat menyebutnya "Jembatan Barelang". Ada juga yang menyebutnya "Jembatan Habibie" sebagai bentuk penghargaan atas jasa beliau dalam mengembangkan pulau Batam sebagai pulau industri serta mempelopori pembangunan jembatan ini.

Jembatan 1 Barelang 31 Mei 2024.06:25 Wib

Jembatan 1 Barelang 29 Mei 2024.06:50 Wib


Jembatan 1 Barelang 29 Mei 2024.06:50 Wib

Jembatan 1 Barelang 29 Mei 2024.06:51 Wib

Jembatan Barelang merupakan ikon Kota Batam yang populer, khususnya bagi masyarakat Kepulauan Riau. Jembatan ini menjadi salah satu tujuan utama dalam berwisata di Pulau Batam.

Jembatan 1 Barelang 28 Mei 2024.05:46 Wib

Jembatan 1 Barelang 28 Mei 2024.05:45 Wib

Jembatan 1 Barelang 28 Mei 2024.05:42 Wib

Jembatan 1 Barelang 28 Mei 2024.05:43 Wib

Jembatan 1 Barelang 28 Mei 2024.05:42 Wib

Jembatan 1 Barelang 28 Mei 2024.05:42 Wib

Jembatan Barelang merupakan pilot project berteknologi tinggi yang melibatkan ratusan insinyur Indonesia tanpa campur tangan dari tenaga ahli luar negeri. Dibangun guna memperluas wilayah kerja Otorita Batam, jembatan ini telah menyedot anggaran sebesar Rp400 Miliar selama enam tahun (1992 – 1998) pembangunannya. Enam buah jembatan ini telah menghubungkan jalur Trans Barelang yang membentang sepanjang 54 kilometer.

Jembatan Kolongan Sangihe

View menarik dari jembatan ini adalah Puncak Gunung awu dengan bekas aliran larvanya yang membentuk sungai kecil yang kaya material pasir. suatu kedahsyatan alam yang pernah terjadi jika kita mau mereflekesi keblakang. tampak hilir mudik mobil truck galian C dibibir pantai untuk mengangkut material pasir yang mulai menggunung.


Jembatan Boulevard Muara Towo'e Tahuna

Jembatan Boulevard muara towo'e kini telah menjadi ikon kota Tahuna jembatan ini terletak di Jalan raya Boulevard Tahuna membelah kelurahan Sawang Bendar dengan Kelurahan Tidore di Kecamatan Tahuna timur sehingga sering disebut juga jembatan Tito alias Tidore Towo .Dari jembatan ini kita bisa menikmati pemandangan teluk tahuna dengan hiruk pikuk perahu nelayan..apalagi di saat sunset kesan romatisme sangat melekat di jembatan ini. Bersama Opi Kansil dan teman-teman kantor cukup berjalan kaki dari kantor Stasiun PSDKP Tahuna.. mengunjungi jembatan ini telah menjadi kebiasaan yang menyenangkan di sore hari kala senja mulai temaram













Jembatan Soekarno Kebangaan Manado

Jembatan Soekarno telah menjadi salah satu ikon di Kota Manado jadi ingat waktu di Jembatan Barito Banjarmasin Kalimantan Selatan



Kamis 28 Januari 2016 setelah ambil titipan barang dokumen dari KM. Metro Teratai



Lihat juga: Jembatan Maselihe Sangihe - Jembatan Barito Kalimantan

Misteri di Jembatan Maselihe

Jembatan Maselihe adalah jembatan tertinggi di kepulauan Sangihe propinsi Sulwesi Utara Indonesia. Dari atas jembatan ini dapat dilihat  aliran sungai terasa sangat jauh karena tingginya jembatan ini. Konon jembatan ini menyimpan misteri kerajaan Maselihe yang hilang ditelan laut akibat skandal sang Raja yang bernama  Raja Sjam Sjah Alam (Samansialang) memerintah tahun 1685 – 1711, dengan kursi kerajaan dan Mahkota emas yang dijaga ikan Hiu di Patahan Maselihe .Walaupun telah berakhir Kerajaan ini membentuk suku baru yang dilarang mendiami tanah Sangihe. Suku tersebut bernama suku bantik yang menyebar keberbagai daerah seperti Talaud, Toli, toli, Bolaang Mangondow dan telah menjadi suku asli Manado. Sampai saat ini tidak ada suku bantik di Sangihe adalah bukti kebenaran sejarah ini. Beberapa bukti lain bahwa Bantik adalah anak suku Sangihe adalah Bahasa dan Budaya... misalnya tarian peperangan bernama tarian  Upase di Sangihe yang juga merupakan tari yang sama yakni Upasa di masyarakat Bantik. Bahasa Bantik sangat mirip dengan bahasa Sangihe.

Bantik adalah anak suku Sangihe terbukti  dari jejak Bahasa yang  merupakan dialeg bahasa Sangihe
 ( Sumber: Wikipedia Bahasa Sangir)

Kesamaan Budaya Suku Bantik dan Suku Sangihe
keberadaan suku Bantik saat ini lebih cenderung mengidentifikasi dirinya sebagai orang Minahasa. Sehinga Tau Bantik saat ini telah menjadi sub-suku Minahasa. Sumber : Ensiklopedi Suku Bangsa Di Indonesia oleh M. Junus Melalatoa
Selain menyimpan misteri kerajaan yang tenggelam dan cerita suku bantik, Pesona Maselihe sangat menarik para petualang yang suka menyelam di kota yang hilang (Lost City) mayoritas wisatawan mancanegara yang suka diving datang ke Sangihe adalah untuk mengunjungi tempat ini.
Patahan Maselihe dengan ekosistem lautnya

Di Atas Jembatan Maselihe
Jembatan Maselihe
Tingginya jarak Aliran sungai dari atas jembatan
Versi Bahasa Manado:
Sapa so pernah pigi dijembatan maselihe? Kalo mo pigi kendar dari Tahuna lewat kolongan pasti mo lewat jembatan ini.. jembatan ini dang pe tinggi Skali beking Tako mo Lia dari atas. Tu Kuala dapa Lia jaoh Skali. Ini maselihe memang ada Depe Carita, dulu ada kerajaan yang tenggelam kong Depe kursi emas masih ada di laut maselihe mar ada Depe penunggu ikang hiu disitu jaga jaga.. memang kalo mo menyelam di maselihe beking tako Lei Depe aros Lei pe kuat.

  Kunjungan Serupa :  

Jembatan Barito Banjarmasin Kalimantan 

Jembatan Soekarno Manado

Jembatan Boulevard Muara Towo'e Tahuna

Jembatan Kolongan

Jembatan Merah Bogor

Jembatan Cinta Kebun Raya Bogor




Jembatan Barito

Jalan jalan ke kalimatan sangat senang bisa berada di Jembatan ini.. mengingat di kampungku Sangihe yang notabene pulau kecil.. adalah hal yang sangat wah,, melihat sungai dengan jembatan yang panjangnya bahakan sekilo lebih ini...Jembatan ini memiliki panjang 1.082 meter yang melintasi Sungai Barito selebar 800 meter dan Pulau Bakut selebar 200 meter. Jembatan Barito adalah jembatan yang melintang di atas Sungai Barito, Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Secara administratif, jembatan ini berada di wilayah Kabupaten Barito Kuala dan berjarak 15 km dari Kota Banjarmasin.
Jembatan Barito 23-27 Agustus 2010

Jembatan ini terdiri dari jembatan utama sepanjang 902 meter, dan jembatan pendekat 180 meter, dengan lebar 10,37 meter. Merupakan akses jalan Trans Kalimantan dari Banjarmasin menuju ke Palangkaraya dan sebaliknya. Ketinggian ruang bebas jembatan utama 15 - 18 meter, sehingga bisa digunakan untuk lalu lintas perairan seperti Kapal Tongkang.
Jembatan Barito sering disebut pula jembatan Pulau Bakut, sesuai nama delta (pulau kecil) yang ada di bawahnya atau jembatan pulau Bakut, sesuai nama daerah tepi barat sungai Barito (sungai Banjar).
Jembatan ini pertama kali diresmikan pada tanggal 24 April 1997 oleh Presiden Soeharto. Jembatan, yang tercatat dalam rekor Muri sebagai jembatan gantung terpanjang di Indonesia ini, jembatan yang menghubungkan jalan trans Kalimantan. 
Jalan ini merupakan jalan poros yang menghubungkan dua provinsi bertetangga yaitu provinsi Kalimantan Tengah, sebelum ada jembatan ini masyarakat sangat mengandalkan jalur transportasi seperti sungai menggunakan alat transpor seperti boat atau kapal bermotor untuk menuju ke Banajarmasin atau sebaliknya .


Latar belakang suangi barito yang sering dilalui oleh kapal-kapal tongkang Jembatan Barito 23-27 Agustus 2010

Jembatan Barito 23-27 Agustus 2010

Jembatan Barito 23-27 Agustus 2010

Kendaraan sepeda motor dari arah Palangkaraya dan nampak juga disebelah disebelah kanan pulau bakut yang berada di tengah sungai barito. Jembatan Barito 23-27 Agustus 2010

Bersama Pak Ismail Hairun dan Pak Rubangi. Jembatan Barito 23-27 Agustus 2010

Pemandangan dari atas Jembatan Barito. Jembatan Barito 23-27 Agustus 2010