Kubur Cina Lenganeng merupakan nama yang merujuk pada Area Pekuburan Tionghoa yang terletak di Desa Lenganeng, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, sebuah kompleks pemakaman khas yang didedikasikan secara eksklusif bagi warga keturunan Tionghoa di wilayah tersebut, mencerminkan warisan budaya peranakan yang telah lama berakar di kepulauan ini sejak era kolonial Belanda. Seperti pemakaman Tionghoa tradisional lainnya di seluruh Indonesia, tempat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat peristirahatan terakhir, melainkan juga menjadi pusat kegiatan spiritual dan sosial yang ramai setiap tahun saat perayaan Ceng Beng—atau yang dikenal secara internasional sebagai Qing Ming Festival atau tradisi sembahyang kubur—di mana keluarga-keluarga keturunan Tionghoa dari berbagai penjuru berkumpul dengan khidmat untuk membersihkan batu nisan dan makam leluhur dari rumput liar serta debu, melakukan doa-doa penuh penghormatan sambil membakar dupa dan kertas perwakilan uang, serta mempersembahkan sesajen berupa makanan tradisional seperti kue bulan, buah-buahan segar, dan minuman, semuanya dilakukan sebagai bentuk ungkapan syukur, penghargaan abadi terhadap jasa para arwah leluhur, sekaligus mempererat ikatan keluarga di tengah kehidupan modern yang semakin sibuk.
Sebelum puncak pusunge dan puncak alfa terkenal, untuk meliaht keindahan teluk/kota Tahuna, tempat ini adalah yang paling dicari
 |
| Kota Tahuna dari kerkop |
 |
| Backround Kota Tahuna |
 |
| Ka Me, Father, Fendy, Ka Wi, Rina, Epen |